Pengobatan Herbal DBD

Maret 30, 2010 § Tinggalkan komentar

Wabah demam berdarah dengue (DBD) masih saja memakan banyak korban. Agar tidak terlambat, harus ditangani sedini mungkin. Ada, pengobatan tradisional yang bisa dijadikan pilihan pengobatan
Seringkali, penyakit demam berdarah dengue (DBD) baru diketahui ketika sudah akut. Gejalanya yang mirip dengan penyakit lain, acap kali membuat penanganannya jadi terlambat.

Menurut pakar herbal dan pengobatan Timur, dr. Setiawan Dalimartha, gejala utama penyakit demam berdarah dengue (DBD) adalah demam, sakit kepala, dan mual. Setelah digigit nyamuk, masa tunasnya sekitar seminggu. Gejala permulaan yang timbul setelah masa tunas antara lain nyeri kepala, badan pegal-pegal, tidak napsu makan, kadang-kadang menggigil, dan ada ruam (bintik kemerahan)

Selain itu, terjadi pembengkakan akibat kebocoran pada pembuluh darah. “Kelopak mata membengkak, atau kalau pakai cincin susah dikeluarkan. Ini karena cairan dari pembuluh darah merembes ke jaringan, sehingga semua bagian tubuh membengkak. Yang juga khas adalah terjadi pembengkakan hati,” papar Dalimartha.

Yang harus diketahui, pada tahap awal gejala, diagnosis bandingnya banyak. “Belum tentu DBD. Bisa measles (campak Jerman), radang tenggorok, atau bahkan Chikungunya. Semua penyakit akibat virus, gejalanya memang mirip. Trombosit sama-sama turun, meski pada Chikungunya misalnya, trombosit tidak turun sampai di bawah 100 ribu. Demamnya sih, sama.”

Pada gejala permulaan seperti itu, biasanya diberikan pengobatan simtomatik. “Kalau demam, diberi obat penurun demam, kalau radang tenggorok, diberi antibiotik,” kata Setiawan. Jika memang DBD, pengobatan simtomatik biasanya tak banyak berpengaruh. “Panas tingginya tetap, tidak turun. Pada hari ketiga baru dilakukan pemeriksaan darah untuk melihat kadar trombosit, leukosit (sel darah putih), dan hematokrit (kekentalan darah),” jelas Setiawan.

Kadar hematokrit akan menentukan kekentalan darah, akibat bocornya pembuluh darah yang terjadi pada pasien DBD. Jika kadar hematokrit meningkat 20 persen di atas normal (dari permulaan diperiksa), berarti sudah terjadi kebocoran pembuluh darah. “Berarti, kemungkinan memang terkena DBD. Begitu pula kadar trombosit. Jika turun hingga sampai di bawah 100 ribu, kemungkinan memang terkena DBD.”

Terkadang, pada hari ketiga demam, dilakukan tes Widal untuk melihat kemungkinan terkena tipus. Jika hasil tes Widal negatif dan trombosit cenderung turun terus (di atas 100 ribu, di bawah 200 ribu), biasanya dilakukan pemeriksaan ulang. Kadar mormal trombosit adalah sekitar 200- 350 ribu. “Di bawah 100 ribu, kita anjurkan masuk rumah sakit, supaya perkembangan turun-naiknya trombosit bisa diikuti terus. Sementara jika jumlah trombosit masih 100-150 ribu, dilakukan pengobatan simtomatik, istirahat, dan banyak minum, karena belum tentu DBD.”

Nah, di tahap ini (jumlah trombosit antara 100 ribu-150 ribu), pasien atau orang tua pasien biasanya sudah ‘panik’.”Dianjurkan banyak minum, entah oralit, jus jambu biji, rebusan angkak, obat Cina, dan sebagainya, untuk mengatasi kekurangan cairan, sekaligus membantu menaikkan jumlah trombosit. Biasanya, kalau memang positif DBD, trombosit akan tetap turun. Karena pada saat itu, pembuluh darah sudah bocor dan cairan merembes keluar ke jaringan. Karena merembes keluar, maka kadar hematokrit biasanya akan meningkat. Kalau berat, kadar leukosit juga turun.”

Pada hari kelima, jumlah trombosit biasanya baru berangsur naik. “Yang ditakutkan adalah jika trombosit terus turun sampai di bawah 10 ribu. Di tahap ini, biasanya diberikan tambahan cairan trombosit, supaya tidak terjadi perdarahan di otak yang bisa berakibat fatal. Kebocoran pembuluh darah juga berakibat syok atau kadang-kadang terjadi bekuan darah di pembuluh darah yang bisa berakibat kematian,” tandas Setiawan.

Jika baru pertama kali digigit nyamuk dengan virus DBD, lanjut Setiawan, tubuh biasanya masih bisa melawan, dan kemudian sembuh sendiri, seperti halnya penyakit virus lainnya. “Penderita DBD berat biasanya karena gigitan yang kedua atau ketiga, yang mengandung virus dari tipe lain yang lebih berat.”

Di tahap awal penyakit dan tahap pemulihan, beberapa jenis tanaman dan buah bisa dikonsumsi untuk membantu mengatasi kekurangan cairan dan trombosit, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

JAMBU BIJI MERAH

Jambu biji merah dihubungkan dengan darah karena warna buahnya yang juga merah. Tanaman ini juga mengandung banyak vitamin C, yang dianggap sebagai antioksidan untuk menambah daya tahan tubuh. Daun dan buah jambu biji merah disebut-sebut bisa meningkatkan jumlah trombosit. “Meskipun tidak akan begitu membantu jika pasien sudah dalam kondisi berat dan jumlah trombosit turun drastis,”Buah jambu biji merah bisa dibuat jus, sementara daunnya direbus dan diminum. Cukup ambil 5-6 lembar daun, lalu rebus dengan 3 gelas air. Minum setelah dingin. Untuk anak-anak, cukup 2 lembar daun. “Tapi, barangkali agak susah kalau anak-anak diberi rebusan daun jambu biji, soalnya rasanya, kan, tidak enak. Lebih baik jus jambu, rebusan angkak, duong quy atau qi zi yang rasanya manis

Hampir semua buah jambu merah yang berwarna cerah kaya likopen. Meski tampak berwarna kekuningan pada bagian luar buah jambu biji lokal merah, namun bagian daging buahnya sangat merah. Seperti halnya tomat, daging buah jambu biji lokal yang berwarna merah juga kaya akan likopen. Likopen dalam jambu biji lokal merah mempunyai banyak manfaat karena bersifat antioksidan dan menyuburkan sistem reproduksi pria. Oleh karena itu, konsumsi jus jambu biji merah secara rutin juga dapat meningkatkan kesuburan pada pria. jambu klutuk merah

Penyakit Yang Dapat Diobati :
Diabetes melitus, Maag, Diare (sakit perut), Masuk angin, Beser; Prolapsisani, Sariawan, Sakit Kulit, Luka baru;

Pemanfaatan :

1. Diabetes Mellitus
Bahan: 1 buah jambu biji setengah masak
Cara membuat: buah jambu biji dibelah menjadi empat bagian dan
direbus dengan 1 liter air sampai mendidih, kemudian disaring untuk
diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari, pagi dan sore

2. Maag
Bahan: 8 lembar daun jambu biji yang masih segar.
Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih,
kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.

3. Sakit Perut (Diare dan Mencret)
Bahan: 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya
Cara membuat: direbus dengan 1,5 liter air sampai mendidih kemudian
disaring untuk diambil airnya
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari pagi dan sore.

4. Sakit Perut atau Diare pada bayi yang masih menyusui
Bahan: jambu biji yang masih muda dan garam secukupnya.
Cara menggunakan: dikunyah oleh ibu yang menyusui bayi tersebut,
airnya ditelan dan ampasnya dibuang.

5. Masuk Angin
Bahan: 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, 1 butir cabai
merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya
Cara membuat: semua bahan tersebut direbus bersama dengan 1 liter
air sampai mendidih kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

6. Beser (sering kencing) berlebihan
Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 3 sendok bubuk
beras yang digoreng tanpa minyak (sangan = Jawa).
Cara membuat: kedua bahan tersebut direbus bersama dengan 2,5
gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas kemudian disaring.
Cara menggunakan: diminum tiap 3 jam sekali 3 sendok makan.

7. Prolapsisani
Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji.
Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih,
kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: air ramuan tersebut dalam keadaan masih hangat
dipakai untuk mengompres selaput lendir poros usus (pusar) pada
bayi.

8. Sariawan
Bahan: 1 genggam daun jambu biji, 1 potong kulit batang jambu biji.
Cara membuat: direbus bersama dengan 2 gelas air sampai mendidih,
kemudian disaring untuk diambil airnya.
Cara menggunakan: diminum 2 kali sehari.

9. Sakit Kulit
Bahan: 1 genggam daun jambu biji yang masih muda, 7 kuntum bunga
jambu biji.
Cara membuat: ditumbuk bersama-sama sampai halus
Cara menggunakan: untuk menggosok bagian kulit yang sakit.

10. Obat luka baru
Bahan: 3 pucuk daun jambu biji.
Cara membuat: dikunyah sampai lembut
Cara menggunakan: ditempelkan pada bagian tubuh yang luka agar
tidak mengelurkan darah terus menerus.

Komposisi :
KANDUNGAN KIMIA : Buah, daun dan kulit batang pohon jambu biji mengandung tanin, sedang pada bunganya tidak banyak mengandung tanin. Daun jambu biji juga mengandung zat lain kecuali tanin, seperti minyak atsiri, asam ursolat, asam psidiolat, asam kratogolat, asam oleanolat, asam guajaverin dan vitamin. Kandungan buah jambu biji (100 gr) – Kalori 49 kal – Vitamin A 25 SI – Vitamin B1 0,02 mg – Vitamin C 87 mg – Kalsium 14 mg – Hidrat Arang 12,2 gram – Fosfor 28 mg – Besi 1,1 mg – Protein 0,9 mg – Lemak 0,3 gram – Air 86 gram

Sumber : IPTEKnet

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Apa ini?

Saat ini Anda membaca Pengobatan Herbal DBD pada Yosafat Blog's.

meta

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: