Citizen Soldier
September 5th, 2010 § Tinggalkan sebuah Komentar
Satu tanda mata dari abad ke-20 yang paling dahsyat dan tak terlukiskan kengeriannya
adalah Perang Dunia II. Adegan-adegan seperti di Neraka Dante seolah turun ke bumi.
Betapa Amerika dipaksa Hitler untuk mengerahkan pemuda-pemuda terbaiknya sampai
jutaan orang, bertarung melawan pemuda-pemuda terbaik Jerman, dengan jumlah korban
di kedua belah pihak yang begitu “menakutkan”.
Meskipun buku ini mencakup pula informasi tentang strateg~ para Jenderal Sekutu,
terutama sekali hubungan yang kadang memburuk antara Eisenhower dan Montgomery
(Jenderal Inggris) dan persaingan Bradley-Patton-Hodges-Montgomery-yang cukup
mengasyikkan bagi pembaca untuk mengikuti gambaran besarnya- namun buku ini
bukanlah tentang para jenderal, melainkan tentang sepak terjang tentara sukarela yang
terdiri dari anak-anak muda Amerika (Citizen Soldiers), yang terkenal dengan sebutan
“GI” (prajurit tantama, kopral, sersan, letnan hingga kapten) di ETO (European Theater of
0peration = Medan Perang Eropa) dalam Perang Dunia II, yang dimulai pada D-Day, 6
Juni 1944, dan berakhir dengan menyerahnya Jerman sebelas bulan kemudian: siapa
mereka, bagaimana mereka bertempur, kenapa mereka bertempur, apa yang mereka
derita, dan bagaimana mereka meraih kemenangan.
Tugas kita ialah menghancurkan mesin perang Jerman, mengikis kesewenang-wenangan NAZI terhadap bangsa-bangsa Eropa yang secara buas ditaklukkannya, serta
keamanan diri kita dalam sebuah dunia yang bebas… Keberhasilan pendudukan kita atas
Jerman hanya dapat dinilai lima puluh tahun lagi~ Jika Jerman pada saat nanti dapat
menjadi sebuah negeri dengan sistem demokrasi yang stabil dan makmur, maka itu
artinya kita sudah berhasil.
Jendral Besar Dwight D. Eisenhower
Panglima Tertinggi Sekutu di European Theater of Operation (ETO)
Perintah Harian 6 Juni 1944 dan Rapat Staf Juni 1945