Kanker Serviks

Maret 28, 2010 § Tinggalkan komentar

Kanker serviks adalah tumor ganas yang menyerang leher rahim, sel-sel kanker dapat menyebar ke organ lain di luar organ asalnya dan menyebabkan kerusakan pada organ tersebut yang dapat menimbulkan akibat kematian.

Dr. Irene Christ Susanto, Fr.Arzt, menyebutkan bahwa menurut WHO, kanker serviks merupakan penyebab utama kematian pada perempuan. Setiap menit terdapat satu kasus kanker serviks baru, dan setiap dua menit terjadi kematian akibat kanker serviks. Kasus kanker serviks paling banyak terdapat di Asia Tengah dan Selatan, sedangkan Asia Tenggara menempati posisi kedua di dunia.

Faktor penyebab kanker leher rahim adalah infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus). HPV merupakan penyakit menular sexual yang paling sering diderita di seluruh dunia dan diduga menginfeksi hingga sekitar 75 persen wanita yang aktif secara sexual.

Meskipun penyebaran HPV demikian luas, hanya sedikit orang yang mengetahui telah terinfeksi karena umumnya jarang menimbulkan gejala yang dapat dikenali. Umumnya perempuan yang terinfeksi oleh HPV mengalami infeksi tersebut sesaat setelah aktif secara sexual pada usia antara 20 hingga 30 tahun, maka perkembangan ke arah kanker serviks umumnya terjadi dalam periode waktu 10 hingga 20 tahun. Meskipun demikia ada pula beberapa kasus dimana prakanker dapat berubah menjadi kanker hanya dalam waktu 1 hingga 2 tahun.

Ada beberpa jenis virus HPV onkogenik yang diketahui dapat menyebabkan kanker serviks, namun yang tersering adalah HPV tipe 16 dan HPV tipe 18.

Menurut Prof. Dr. dr. Samsuridjal Djauzi, Sp.PD, K-AI, FACP, Ketua Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, Senior Ahli Imunology dan AIDS Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, mengatakan, “Konsep pencegahan kanker serviks adalah upaya mendeteksi kanker ini sedini mungkin, yaitu pada fase prakanker. Bila fase prakanker terdeteksi, maka upaya penyembuhannya amat sederhana, tanpa perlu suatu tindakan pembedahan atau operasi besar, biayanya tentu saja jauh lebih ringan.”

Fase prakanker ini tanpa gejala. Karena itu konsep pencegahan kanker serviks adalah melakukan pemeriksaan pada semua perempuan yang beresiko (yaitu semua perempuan yang sudah aktif secara sexual) tanpa perlu menunggu gejala apapun. Bila penderita sudah menunjukan gejala seperti keputihan yang berbau, atau pendarahan baik spontan maupun pendarahan saat melakukan hubungan seksual, mengindikasikan kanker serviks yang sudah memasuki stadium lanjut.

Tentu saja tidak semua kasus keputihan atau pendarahan merupakan gejala kanker serviks, namun yang penting bagi semua perempuan adalan menyadari dan mewaspadai bahwa kedua gejala tersebut tidak dapat dianggap ringan dan tidak boleh diobati sendiri tanpa pernah melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Penyebab keputihan dapat saja infeksi bakteri, jamur ataupun virus, sedangkan pendarahan selain dapat pada kondisi infeksi juga dapat disebabkan oleh gangguan keseimbangan hormon dalam tubuh atau tumor jinak lain seperti polip serviks.

Mengingat tingginya angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia, Yayasan Kanker Indonesia mengadakan beberapa program seperti penyuluhan kepada masyarakat luas mengenai hal bahaya kanker serviks. dr.SumarjatimArjoso, SKM, Ketua III YKI Departemen Pendidikan dan Penyuluhan, menyebutkan, “YKI bekerja sama dengan NGO dan pihak swasta dalam melakukan penyuluhan. Bantuan biaya pengobatan, dan penyuluhan deteksi dini.”

Pemeriksaan terhadap adanya virus HPV dapat dilakukan dengan pap smear dan IVA (inspeksi visual dengan aplikasi asam asetat).

Ada cara lain yang digunakan untuk menghindari virus ini menginfeksi tubuh adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Pemberian vaksin ini sebaiknya dimulai ketika berusia muda, yaitu sebelum melakukan hubungan seksual, karena semakin cepat pemberian vaksin ini, maka semakin efektif mencegah HPV dalam tubuh. Samsuridjal menambahkan, menurut Ikatan Dokter Anak, usia 10 tahun merupakan usia yang sesuai untuk pemberian vaksin ini. Namun, pemberian pada usia yang lebih lanjut pun masih berguna, hanya, efektifitasnya berkurang. Sampai batas usia perempuan 55 tahun pun vaksin ini masih bisa digunakan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Kanker Serviks at Yosafat Blog's.

meta

%d blogger menyukai ini: